Jumat, 12 April 2013

Sepasang Merpati

Sudah tiga malam, sepasang merpati tersebut dengan warna yang unik, hitam dan putih dengan berlawanan arah bertengker dikabel. Ku perhatikan setiap pulang bekerja, kenapa dan ada apa?

Sabtu dimana libur kerja saat hendak membeli sarapan, tetangga depan menanyakan merpati tersebut, apakah saya menyadarinya, karena tepat di depan sedikit kekanan dari kamar saya.
 
Perbincangan pun memajang tentang sepasang merpati itu. Entah mitos atau pemahaman orang awan sepertiku, bahwa akan ada pertanda salah seorang pasangan yang akan pergi (tiada). Suara burung menjelang subuh, sering kudengar, terkadang membuatku merinding. Lagi-lagi suara burung tersebut sama halnya merupakan pertanda juga. Masya Alloh, masa ia .. kalimat tersebut yang hanya bisa saya ucap.

Merpati sering kita jumpai dalam kartu undangan pernikahan, sebagai lambang cinta nan abadi. Anang dan Asanty melepas sepasang merpati sebagai lambang cinta agar selalu bersama. Merpati sebagai burung besi salah satu maskapai Indonesia. 
 
Siapa pun, kematian itu kehendak Yang Maha Kuasa. Kalau memang pertanda atau simbolis tersebut di wakilkan kepada burung dan merpati, saya tidak tahu pasti. Hubungannya dengan manusia, Merpati sering dipakai sebagai lambang perdamaian oleh manusia dan sering digambarkan sedang memegang daun ZAITUN, menurut catatan dahulu merpati pernah dipakai untuk mengirim surat dengan mengikatkan surat di kakinya.
 
Sepasang merpati itu pun menghilang, tidak pernah kembali.

.. just wanna share ..
 

2 komentar:

  1. nice sharing Nia.
    Inget duluwaktu kecil, kalo magrib denger suara burung cuit-cuit, ibuku selalu menebar garam diseluruh sudut ruangan, katanya menolak bala, tapi kebenarannya Wallahualam.

    BalasHapus
  2. Ibu saya kadang mengucap .. udu dulur ojo mampir .. benar atau salah nulisnya .. kalau dengar suara burung .. Wallahualam.

    BalasHapus