Minggu, 14 April 2013

Menambahkan dgn nama suami ..

Beberapa pekan lalu menerima email dari teman lama semasa di Toshiba. Mungkin saja setelah  mengunjungi blog saya dengan judul "niawashi". Dan menanyakan add name " using the last name of hubby" (no sara loh). Bagi seorang muslim tentu tahu hukumnya?! 
 
Menambahkan nama suami di belakang nama akhir kita (saya) terserah keputusan masing-masing pasangan. Saya dan suami tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena kami tahu hukum dan aturan yang ada. Di sini (Jepang memang secara otomatis menggunakan nama suami, tetapi mau pakai juga boleh, tidak juga tidak apa-apa).
 
Apa bila saya menambahkan nama suami, berarti saya harus merubah dokumen legal (resmi), dari akte lahir dan lain sebagainya, Itu pun harus melalui pengadilan dan hukum yang sah. (refooot).
Saya yang harus berterima kasih atas info dan ilmunya, apabila saya tidak menyadarinya.

“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil di sisi Allah.” [QS al-Ahzab: 5]
 
Nama terindah yang saya miliki dari kedua orang tua. Terlahir di malam Nuzulul Qur'an, pada bulan Ramadhan beberapa tahun silam. Langit berhias bintang dan cahaya bulan. Aku adalah karunia terakhir yang terlahir dari rahim bunda. Si ragil bahasa Jawanya, atau si bungsu.
 
Nia mirip dengan Neko (kucing dalam bahasa Jepang) Nia = Neko ... meong. Washi = Burung Rajawali, Burung Elang. Niawashi ibarat satu mata rantai, agar tangguh dan kuat dalam meniti jalan kehidupan. Jalan hidup ibarat mendaki gunung, melewati tebing yang terjal, untuk mencapainya.
 
So friend, berbahagialah diberi nama-nama terindah, mereka (parent) tentu tahu yang terbaik buat putra-putrinya, tidak sekedar memberi nama tanpa makna.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar